Sebagai makhluk sosial setiap kita mempunyai kepe
ntingan terhadap orang lain. Kita terhadap anak kita, istri, suami, orang tua, teman, saudara, handai taulan dll. Baik itu kepentingan yang bersifat duniawi maupun ukhrowi. Dan untuk mencapai kepentingan itu, kita dilingkari dua hukum alam yang tidak bisa dielakkan, yaitu berhasil dan gagal. Dan keberhasilan kita tidak lepas dari kekuatan kita mempengaruhi orang yang kita ingin pengaruhi.
Sebagai muslim, kita diperintahkan Allah SWT untuk mempengaruhi orang lain melakukan kebenaran dan meninggalkan kemungkaran.
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah . Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali Imron : 110)
Dan Allah pun menjanjikan pahala yang besar bagi muslim yng mampu mempengruhi orang lain untuk melakukan kebajikan.
لأَنْ يَهْدِيَ اللهُ عَلَى يَدَيْكَ رَجُلاً ، خَيرٌ لَكَ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ وَغَرَبَتْ ( أَوْ خَيْرٌ لَكَ مِنْ خُمْرٍ النَّعَمِ ).
“ Apabila Allah memberi hidayah kepada seseorang melalui upayamu, itu lebih baik bagimu daripada apa yang dijangkau matahari sejak terbit sampai terbenam atau lebih baik bagimu dari memperolah satu lembah berisi penuh ternak”. HR. Bukhori –Muslim.
URGENSI BERHUBUNGAN DENGAN MANUSIA
1. Gagalnya kita berhubungan dengan manusia akn berpengaruh negatif sangat besar dalam kehidupan kita.
- Kurang matangnya kepribadian kita, seperti minder, takut, rendah diri, kurang PD pada dasarnya adalah masalah dalam urusan dengan orang lain.
- Prinsip – prinsip dalam berurusan dengan orang lain bukanlah tipu muslihat sepanjang prinsip – prinsip tersebut sesuai dengan kaidah syari’at dan sunnah kauniyyah ( hukum alam ).
RAHASIA DASAR MEMPENGARUHI ORANG LAIN
- Memahami manusia dan diri kita sendiri adalah suatu keharusan. Pada dasarnya manusia itu egois. Pada umumnya, orang bertindak atau tidak hanya semata-mata untuk meningkatkan egonya sendiri.
- Setiap orang lebih tertarik pada dirinya sendiri dibanding dengan hal lain apapun didunia ini. Hampir dapat dipastikan orang lain yang kita temui ingin merasa dirinya penting dan unggul dalam sesuatu.
- Untuk pendekatan, puaskan orang lain akan harga dirinya , niscaya ia akan ramah dan menyenangkan.
- Cintailah saudaramu seperti engkau mencintai diri sendiri ( Hadits )
- Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya ( HR. Ahmad & Hakim ).
- Bantulah orang lain untuk menyukai dirinya, maka anda akan membuatnya lebih mudah diajak berurusan. Bimbinglah ia mengenal dan menyukai kebaikannya, anda akan mampu mengarahkannya. “barangsiapa yang merendahkan dirinya terhadap saudara muslimya Allah akan mengangkat derajatnya, dan barangsiapa mengangkat diri terhadap saudara muslimnya Allah akan merendahkannya” ( HR. Tabrani )
- Jangan pelit untuk memuaskan dahaga orang lain untuk merasa dirinya penting.
- Jangan meremehkan kesopanan kecil, seperti ; menepati janji, berkata baik, berterima kasih, atau hadiah senyuman. Dengan hal – hal kecil tersebut kita mengakui pentingnya orang lain. “ Jangan meremehkan yang ma’ruf meskipun kamu menjumpai saudaramu dengan wajah ceria”. ( Hadits ).
- Ungkapkan rasa kasih sayang anda dengan terus terang. أُحِبُّكَ فِي اللهِ , kalau kita yang mendapat kalimat itu dijawab dengan ; أَحَبَّكَ اللهُ بِماَ أَحْبَبْتَنِيْ فِيْهِ
- Sebarkan salam pada orang yang anda kenal maupun yang tidak dikenal ( Hadits )
RUMUS MEMPENGARUHI ORANG
Bentangkan tangan anda terbuka kedepan seakan – akan sedang menyambut orang lain, sambil berkata ; “ anda P E N T I N G “
|
|
|







